Jakarta - Atletico Madrid pernah mempunyai penyerang bernama belakang Torres yang kelak menjadi salah satu penyerang top di Eropa. Kini Los Colchoneros kembali memiliki anak muda lain bernama Torres, yang digadang-gadang juga bakal bersinar.
Kemenangan 5-0 Atletico atas Real Betis turut menjadi panggung bagi seorang pemain muda Atletico untuk mencuri perhatian. Namanya Oliver Torres, pencetak gol pertama Atletico.
Di saat para penonton di stadion Vicente Calderon mungkin belum duduk dengan nyaman, pemuda yang baru akan genap berusia 19 tahun pada 10 November mendatang itu sudah berhasil menjebol gawang lawan ketika laga baru berjalan 14 detik. Gol Oliver terpaut tujuh detik dari gol tercepat sepanjang sejarah La Liga yang dibuat oleh Joseba Llorente pada Januari 2008.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol resmi pertama pemain bernama lengkap Oliver Torres Munoz tersebut untuk Atletico sejak mulai menembus tim senior klub itu, di mana ia tercatat sudah tampil 12 kali.
"Kami tampil dengan sangat baik dan mencoba memanfaatkan setiap menit yang kami dapatkan. Tidak mau hanya terfokus kepada pemain tertentu, tapi memperhatikan tim," kata Oliver kepada Mundo Deportivo.
"Kami tidak memikirkan pertandingan selanjutnya. Sekarang kami hanya memikirkan satu demi satu pertandingan. Maka kami hanya memikirkan Granada sebagai lawan terdekat," lanjutnya.
Sebelum bikin gol cepat tersebut, penggawa Spanyol U-21 tersebut pada bulan ini juga mencatat torehan istimewa lain. Dia menjadi pemain keempat termuda Atletico yang tampil di Liga Champions saat ia turun menggantikan Raul Garcia yang cedera dalam laga lawan FC Porto pada 1 Oktober--saat itu usia Oliver adalah 18 tahun dan 10 bulan
Apa yang diperlihatkan Oliver Torres saat ini membuat dirinya sudah mengingatkan publik atas pemain hebat lain yang pernah berseragam Ateltico: Fernando Torres.
Semasa di Atletico, Fernando yang kelahiran Fuenlabrada, pada 20 Maret 1984 sudah mendapatkan tempat utama di tim saat masih berusia 17 tahun. Sepanjang musim 2001/2002 itu dia mengisi tim utama pada 36 pertandingan dan mendonasikan enam gol. Namun, Fernando saat itu belum menjadi pusat perhatian karena Atletico masih berkutat sebagai tim Segunda Division.
Naiknya Atletico ke kasta ke La Liga musim 2002/2003 turut membuat nama Fernando mulai lebih sering jadi bahan pembicaraan. Namanya kian identik dengan gol dan posisinya di Atletico jadi sedemikian besar, terbukti dengan ban kapten yang melingkar di lengannya sejak ia berusia 19 tahun.
Sepak terjang Fernando, yang mendapat julukan El Nino, di Atletico lantas berakhir pada musim panas 2007 ketika ia hijrah ke Liverpool. Empat musim bersama Liverpool, ia sudah menyabet sederet predikat individual, di antaranya menjadi pemain terbaik Premier League PFA Team 2007/2008 dan 2008/2009.
Sejak 2011, Fernando berlabuh di Chelsea dan kendatipun penampilannya acapkali dinilai tak sebagus dulu ia masih tetap mampu meraih titel Piala FA, Liga Champions, dan Liga Europa bersama klub London tersebut.
Cuma waktu yang bisa menjawab apakah Oliver Torres akan menjadi Fernando Torres baru di Atletico. Satu hal yang pasti adalah bahwa kendatipun keduanya punya posisi main berbeda--Oliver seorang gelandang dan Fernando seorang penyerang--kesamaan nama belakang sudah membuat Oliver kini sedikit-banyak bakal dibebani ekspektasi bisa jadi sekeren Fernando


+ comments + 1 comments
wow
Post a Comment