Setelah sukses bersama Barcelona, Pep Guardiola mencoba peruntungan di
negeri orang, Italia. Saat usianya menginjak 30 tahun, Guardiola
bergabung dengan tim Serie A, Brescia. Sayang, kariernya di Negeri Pizza
tidak sukses bahkan diwarnai sanksi empat bulan setelah dinyatakan
positif menggunakan nandrolone.
Ya, pada 4 November 2001 menjadi momen kelam buat Guardiola. Selain
timnya kalah telak 5-0 dari Lazio, sang bintang juga dinyatakan gagal
tes steroid nandrolone. Padahal, Guardiola baru sebulan tiba di Italia.
Pria yang kini menukangi Bayern Munich juga dinyatakan positif setelah
laga melawan Piacenza pada 21 Oktober.
Namun, Guardiola bersikeras tidak memasukkan zat terlarang itu secara
sengaja ke dalam tubuhnya, pelatih yang dikenal modis ini mengklaim zat
tersebut bisa masuk setelah mengonsumsi suplemen nutrisi. Meski begitu,
sanksi tetap diberlakukan mulai 22 November dan dia dilarang tampil
untuk klub serta pertandingan internasional.
Tak terima dengan keputusan tersebut dan terlebih untuk membersihkan
namanya, Guardiola mengajukan banding. Setelah penantian panjang, enam
tahun kemudian, pada 23 Oktober 2007, Pep dinyatakan bersih dari segala
tuduhan yang menyebabkannya mendapat suspensi.
Tapi, Komite Olimpiade Italia (CONI) membuka kembali kasus tersebut
karena menilai FIGC —yang sebelumnya menyatakan Guardiola bebas dari
segara dakwaan— melakukan kesalahan. Mereka akhirnya mengajukan banding
menuntut kasus tersebut dibuka kembali. Saat itu, kabar tuntutan CONI
sempat menggemparkan, karena Pep yang sedang jaya-jayanya melatih
Barcelona terancam mendaat hukuman.
Setelah menjalani dua kali sidang, pada 8 Mei 2009 dan 15 September
di tahun yang sama, Guardiola dinyatakan benar-benar bersih dari kasus
tersebut.
“Masalah ini telah selesai. Hal baiknya ini sudah selesai dan kami
bisa memandang ke depan,” kata Guardiola lega, setelah pertandingan
penyisihan grup Liga Champions ontra Dinamo Kiev, empat tahun silam.


Post a Comment